#menubar li a, #menubar li a:link{ float:left; padding:8px 12px; color:#fff; text-decoration:none; font-size:13px; font-weight:bold; } #menubar li a:hover, #menubar li a:active, #menubar .current_page_item a { background: #ff0000; color: #fff; text-decoration:none; } #menubar li li a, #menubar li li a:link, #menubar li li a:visited{ font-size: 12px; background: #ff0000; color: #fff; text-decoration:none; width: 150px; padding: 0px 10px; line-height:30px; } #menubar li li a:hover, #menubar li li a:active { background: #000000; color: #ffffff; } #menubar li ul{ z-index:9999; position:absolute; left:-999em; height:auto; width:170px; margin-top:32px; border:1px solid ##ff0000; } #menubar li:hover ul, #menubar li li:hover ul, #menubar li li li:hover ul, #menubar li.sfhover ul, #menubar li li.sfhover ul, #menubar li li li.sfhover ul{ left:auto } #menubar li:hover, #menubar li.sfhover{ position:static }

Minggu, 16 Maret 2014

والله ما في هذه الدنيا ألذ



Dan apabila orang-orang mu’min memandang-Nya , lupalah apa yang mereka ada didalamnya dari segala apa yang pernah diraih oleh kedua mata
والله ما في هذه الدنيا ألذ                      من اشتياق العبد للرحمن
Demi Allah, tidaklah ada didalam dunia ini suatu yang lebih lezat, daripada kerinduan seorang hamba kepada Sang Ar-Rahman
وكذاك رؤية وجهه سبحانه                    هي أكمل اللذات للانسان
Begitu juga memandang wajah-Nya, Maha Suci Dia, itu merupakan kelezatan yang paling sempurna bagi seseorang
لله سوق قد أقامته الملائكة                         الكرام بكل ما احسان
Allah memiliki bazar yang didirikan oleh para malaikat yang mulia dengan segala bentuk kebaikan
فيها الذي والله لا عين رأت                    كلا ولا سمعت من اذنان
Didalamnya, demi Allah mata tidak pernah melihatnya sama sekali, dan tidak pula didengar oleh kedua telinga
كلا ولم يخطر على قلب                امرئ فيكون عنه معبرا بلسان
Tidak sekali-kali, dan tidak pernah terlintas oleh hati seseorang, sehingga dia bisa mengungkapkannya dengan lisan
واها لذا السوق الذي من                   حله نال التهاني كلها بأمان
Dan itulah, orang yang memiliki bazar lalu menempatinya akan mendapatkan ucapan-ucapan selamat  dengan aman sentosa
يدعى بسوق تعارف ما فيه              من صخب ولا غش ولا أيمان
 Dia dipanggil di bazar  untuk saling mengenal, tidaklah didalamnya ada keributan, tidak pula kecurangan serta umbaran sumpah
هذا وخاتمة النعيم خلودهم                   ابدا بدار الخلد والرضوان
Inilah, dan akhir kenikmatan adalah keabadian mereka selama-lamanya didalam negeri keabadian dan keridhoan
يا رب ثبتنا على الايمان                   واجــعلنا هداة التائه الحيران
Wahai Rabb ku, teguhkanlah kami diatas keimanan dan jadikanlah kami pemberi petunjuk bagi orang yang sesat lagi kebingungan
وأعزنا بالحق وانصرنا به               نصرا عزيزا أنت ذو السلطان
Dan muliakanlah kami dengan kebenaran serta tolonglah kami atasnya dengan pertolongan yang mulia, Engkau lah pemilik kekuasaan
وعلى رسولك أفضل الصلوات       والتــسليم منك وأكمل الرضوان
Dan atas rosul-Mu seutama-utama sholawat dan salam dari-Mu serta keridhoan yang paling sempurna
وعلى صحابته جميعا والألى                 تبعوهم من بعد بالاحسان
Juga atas para sahabatnya keseluruhan serta orang-orang yang mengikuti mereka setelahnya dengan kebaikan
يا خاطب الحور الحسان وطالبا                لوصالهـن بـجنة الحيوان
Wahai peminang bidadari yang cantik jelita dan mencarinya, agar dapat bersanding dengan mereka di syurga negeri kehidupan
أسرع وحث السير جهدك انما                 مسراك هذا ساعة لزمان
Bergegaslah dan cepatlah berjalan dengan kesungguhanmu, lantaran waktu perjalananmu itu hanya sesaat dari zaman
هي جنة طابت وطاب نعيمها                   فنعيمها باق وليس بفان
Ialah syurga yang indah dan lezat kenikmatannya, dikarenakan kenikmatannya akan tetap ada dan tidak kehabisan
وبناؤها اللبنات من ذهب                 وأخرى فضة نوعان مختلفان
Bangunannya adalah batu bata yang terbuat dari emas, serta yang lain dari perak, dua jenis yang berbeda
سكانها أهل القيام مع الصيام                 وطيب الكلمات والاحسان
Penghuninya merupakan orang-orang ahli qiyam dan shiyam, serta yang baik tutur kata lagi gemar berbuat kebajikan
للعبد فيها خيمة من لؤلؤ قد                  جوفت هي صنعة الرحمن
Didalamnya seorang hamba memiliki kemah yang terbuat dari mutiara yang telah dilubangi, itu adalah ciptaan Ar-Rahman
أنهارها في غير أخدود جرت            سبحان ممسكها عن الفيضان
Sungai-sungai mengalir, didalamnya tidak  hanya satu parit, Maha Suci Dzat yang menahannya dari banjir
من تحتهم تجري كما شاءوا            مفجــرة وما للنهر من نقصان
Dibawah merekalah ia mengalir sesuka hati mereka, yang terpancar deras serta tidaklah sungai itu memiliki kekurangan
ولقد أتى ذكر اللقاء لربنا                 الــرحمن في سور من القرآن
Dan sungguh telah datang penyebutan tentang pertemuan dengan Rabb kita, Yang Maha Pengasih dalam surat-surat al-qur’an

أو ما سمعت منادي الايمان            يخــبر عن منادي جنة الحيوان
Tidakkah engkau mendengar penyeru kepada keimanan, yang menceritakan akan ada penyeru di syurga negeri kehidupan?
يا أهلها لكم لدى الرحمن                وعــد وهو منجزه لكم بضمان
Wahai penghuni syurga, kalian mempunyai di sisi Ar-Rahman, sebuah janji, kini Dia kan menunaikannya kepada kalian sebagai jaminan
قالوا أما بيّضت أوجهنا                    كذا أعمالنا ثقلت في الميزان
Mereka menjawab;”Bukankah Engkau telah menjadikan wajah-wajah kami putih berseri, juga amalan-amalan baik telah Engkau beratkan dalam timbangan
وكذاك قد أدخلتنا الجنات                  حيــن أجرتنا حقاً من النيران
Begitu pula Engkau telah memasukkan kami kedalam syurga-syurga, kala Engkau benar-benar menyelamatkan kami dari api neraka
فيقول عندي موعد قد آن              أن أعطيكموه برحمتي وحناني
Maka Dia berfirman:”Aku memiliki suatu janji, telah tiba waktunya Aku memberikannya kepada kalian dengan rahmat dan kasih sayang-Ku”

فيرونه من بعد كشف حجاب               ه جهرا روى ذا مسلم ببيان

Lantas, merekapun melihat-Nya dengan mata kepala, setelah Dia menyingkap hijabNya, sebagaimana ini diriwayatkan oleh Muslim dengan jelas
وإذ رآه المؤمنون نسوا الذي                  هم فيه مما نالت العينا
ن

KETIKA IBNUL QAYYIM BICARA TENTANG CINTA

KETIKA IBNUL QAYYIM BICARA TENTANG CINTA
Ada sebuah fenomena yang terus menggelitik benak saya. Betapa produktifnya para penyanyi menciptakan syair-syair lagu cinta. Dari yang lembut seperti gayanya Ebiet G.Ade atau Katon Bagaskara, hingga yang kocak dan kadang kelewatan seperti Iwan Fals dan Doel Sumbang. Kalau mendengar lirik-lirik lagu dangdut, bukan main, benar-benar diaduk-aduk emosi cinta itu sedemikian rupa. Dan, sungguh, banyak orang menjadi penggemar dan hanyut dalam lirik-lirik lagu itu.
Saya juga melihat fenomena larisnya film-film tema cinta remaja. Zaman saya remaja, dunia layar lebar dihiasi Gita Cinta dari SMA, Kabut Sutra Ungu, dan judul-judul lain yang saya sudah lupa. Beberapa diantara film itu diangkat dari cerbung-cerbung Eddy D. Iskandar dan di-sound track-i lagu-lagu Chrisye. Beberapa tahun lalu diantara film yang dianggap menjadi momentum kebangkitan kembali perfilman nasional adalah “Ada Apa dengan Cinta” dan dilanjutkan film lain seperti Eiffel, I’m in Love. Di tambah film yang ngetop saat ini, “Ayat-ayat Cinta”. Televisi pun kebanjiran sinetron-sinetron bertema cinta yang menyibak suasana kejiwaan orang yang kasmaran plus intrik perebetun harta, tahta dan wanita.
Ya, saya bertanya-tanya kenapa tema cinta tak pernah ada habis- habisnya ditulis, disusun liriknya dan kemudian dinyanyikan atau difilemkan. Sampai kemudian saya menemukan tulisan-tulisan Anis Matta dalam Thumuhat (Gelora) Cinta pada majalah Tarbawi. Dia cukup sering mengangkat kisah dari tulisan Ibnul Qayyim. Sampai kemudian seorang sahabat saya memperlihatkan “Taman Orang-orang yang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu” yang ditulis Ibnul Qayyim.
Ya, ya … saya menemukan masalah cinta ini disibak Ibnul Qayyim dengan sangat detil dan gamblang. Tadinya saya menduga beliau akan menulis bahwa cinta tertinggi itu bagi Allah dan cinta lain haruslah demi cinta pamuncak itu, selebihnya tulisan akan mengungkap penjabarannya. Saya salah. Ternyata beliau terus menuliskan sisi-sisi kejiwaan orang-orang yang jatuh cinta. Jadi buku ini betul-betul berbicara tentang manusia yang tak mungkin lepas dari jatuh cinta dan merindukan orang yang dicintai.
Keunggulan karya Ibnu Qayyim adalah lagam bahasa ‘romantisme’nya dan kejujuran beliau. Saya membaca dua karya beliau yaitu ‘Taman-taman orang Jatuh Cinta” dan buku yang paling bagus untuk referensi memenangkan hidup “ Shaidul Khaatir” (Cara cerdas, Manusia menang dalam hidup). Khusus Shaidul Khaatir, Dr Aid Al Qarni memberikan testimoninya.Buku ini lebih mewah isinya dibanding “La Tahzan”. Dua buku ini cukup menarik saya untuk mengkoleksi atau minimal membaca karyanya yang lain seperti Roh. Jujur saja kata-kata ‘asmara’ didalam jalinan kalimatnya, membuat hati ini tersentuh rasa jatuh cinta.
Saya membuka lagi halaman-halaman awal buku. Cinta dalam bahasa Arab diwakili dengan lima puluh kata berbeda. Tidak! Bahkan ada banyak lagi kata yang bermakna cinta, hanya saja beliau membatasi pada kata-kata yang terkait dengan bahasannya pada buku itu.
Oh, ternyata para ulama dulu pun bicara cinta. Cinta buta, cinta yang membuat gila, cinta yang membuat sakit dan bahkan membuat si pencinta mati karenanya. Ibnul Qayyim mengungkapkan gejolak-gejolak cinta yang melanda seorang pemuda yang terkenal shalih dan wara’ kepada seorang perempuan yang ia dengar suara nyanyiannya hingga tanya jawab seorang khalifah kaum muslimin dengan para ulama seputar makna cinta buta. Untuk itu di beberapa tempat pandangan Aristoteles pun dikutipnya.
Beliau juga mengangkat tanya-jawab dan fatwa-fatwa ulama terkenal seputar cinta. Bahkan kisah cinta buta ini dijumpai pada masa ketika Nabi Muhammad saw masih hidup, pada kisah Mugits yang begitu tergila-gila mencintai Barirah. Dan Nabi mendiamkan kondisi Mugits dan memakluminya. Ini menjadi salah satu diskusi yang dikembangkan Ibnul Qayyim pada topik apakah cinta buta itu takdir atau sesuatu yang dibuat.
Kesimpulan sementara yang saya fahami, cinta itu bak penyakit yang menyerang jiwa. Si pencinta tak pernah tahu kapan cinta merasuk jiwanya dan gejolak cinta itu akan terus mendorongnya untuk memuaskan hasrat cintanya. Karenanya Anis Matta pernah menulis satu kolom berjudul “Kasihanilah Para Pencinta” pada Thumuhat-nya. Tahulah saya tema cinta itu tak akan pernah sepi dari kehidupan manusia. Tema cinta bukanlah untuk dihentikan, tapi untuk diarahkan.
Saat saya menulis ini, buku Taman Orang-orang yang Jatuh Cinta tidak di dekat saya, sehingga saya tidak bisa mengutip syair-syair cinta yang buanyak tersebar di dalamnya. Ada beberapa yang saya ingat maknanya. Ini salah satunya:
cinta itu membuat engkau buta
akan cela yang dicinta
dan engkau rela
pada apapun keadaannya
cinta itu ketika menghujam
membuatmu siap berkorban
untuk yang dicinta
Saya masih membaca buku itu (maklum dibaca ketika sudah agak malam, saat anak-anak sudah asyik tertidur). Ada beberapa tujuan. Yang paling dekat adalah untuk memahami diri sendiri yang belakangan kok sedang jatuh cinta (lagi) dan juga sesak memendam rindu … .
Yang berikutnya adalah untuk memahami anak-anak didik (siswa) saya yang menjelang remaja. Saya ingin mengajarkan makna cinta yang indah ini secara benar kepada mereka. Jangan sampai mereka menyimpulkan cinta dari tontonan dan bacaan yang tidak benar atau paling tidak manipulatif.
Yang berikutnya lagi, saya cukup sering bertemu sahabat-sahabat yang dirundung penyakit cinta dan rindu. Kisah cinta dan rindu ini nampaknya sederhana, tapi setelah diselami permasalahannya tidak sesimpel yang dibayangkan. Dan berikutnya yang terakhir, paling tidak untuk menutup tulisan ini, masalah cinta ini menjadi masalah sosial
yang akut.
Bukan hanya menimpa para remaja yang terseok-seok atau tersesat ketika mencoba memahaminya, akan tetapi juga pada keluarga-keluarga yang sudah lama menikah tapi masih saja penuh kesulitan saling mengeja arti cinta di rumah masing-masing.

Wa Allahu a’lamu bish shawwab.

شعر أبو نواس


Hadist Cinta

Hadist Cinta
قال رسول الله ص. م. احبب حبيبك هونا ما عسي ان يكو ن بغيضك يوما ما وابغض بغيضك هونا ما عسي ان يكو ن حبيبك يوما ما(رواه الترمذي)
Artinya :Rosullah Saw, bersabda, Cintailah kekasihmu sewajarnya saja karena bias saja suatu saat nati ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya karena bias saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu. (HR. Al-Tirmidzi).
قال رسول الله ص. م.ان المتحابين لتري غرفهم في الجنة كالكوكب الطالع الشرقي اوالغربي فيقال من هؤلاء فيقال هؤلاء المتحابون في الله عزوجل(رواه أحمد)
Artinya:Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di surga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari timur atau bintang barat yang berpijar. Lalu ada yang bertanya, “siapa mereka itu?, “mereka itu adalah orang-orang yang mencintai karena Allah ‘Azzawajalla. (HR. Ahmad).
قال رسول الله ص. م.مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم مثل الجسد اذا الشتكي منه عضو تداعي له سائر الجسد باالسهر والحمي(رواه مسلم)
Artinya:Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal rasa saling mencintai, saling mengasihi, saling berkasih sayang adalah seperti satu tubuh yang ketika satu anggota tubuh itu ada yang mengeluh, maka seluruh tubuh meraa mengaduh dengan terus jaga tidak bias tidur dan merasa panas. (HR. Muslim).
قال رسول الله ص. م.والذي نفسي بيده لاتدخلون الجنة حتي تومنوا ولاتومنوا حتي تحابوااولاادلكم علي شيء اذا فعلتموه تحاببتم افشواالسلام بينكم(رواه مسلم)Artinya:Demi Dzat yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, kalian tidak akan masuk surga sebelum kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sebelum kalian saling mencintai. Tidakkah aku tunjukkan kepada kalian mengenai sesuatu yang ketika kalian melakukannya, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian!. (HR. Muslim).
عن رسول الله ص. م. انه كان يقول في دعائه اللهم ارزقني حبك وحب من ينفعني حبه عندك اللهم مارزقتني ممااحب فاجعله قوة لي فيماتحب اللهم ومازويت عني مما احب فاجعله فراغا لي فيما تحب(رواه الترمذي)
Artinya:Dari Rasulullah Saw. yang bersabda dalam satu doanya, “ya Allah, berilah aku rezeki cinta Mu dan cinta oran yang bermanfaat buat ku cintanya di sisiMu. Ya Allah segala yang Engkau rezekikan untukku diantara yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatanku untuk mendapatkan yang Engkau cintai. Ya Allah, apa yang Engkau singkirkan diantara sesuatu yang aku cintai, jadikan itu kebebasan untuku dalam segala hal yang Engkau cintai. (H R. Al-Tirmidi)